Jumat, 05 April 2013

Belajar Engine

Belajar merupakan kegiatan kita sehari-hari, baik belajar sebenarnya atau belajar tanpa disengaja. Sama halnya dengan kegiatan belajar Engine juga dilakukan oleh karyawan baru dan juga karyawan lama karena teknologinya selalu dinamis tiap tahun pasti ada improvement dari si empunya yaitu manufacture. Belajar engine kali ini juga saya alami hingga sekarang, meskipun saya lulusan dari teknik mesin namun apa yang menjadi jobdesk saya berbeda sekali dengan apa yang saya peroleh saat kuliah. Benar sekali jika salah satu alumni pernah mengatakan bahwa di dunia kerja itu hanya 5% pengetahuan kuliah yang dapat diterapkan. Alhasil, itupun saya alami, mulai banting stir dari Tugas akhir tentang bioetanol menjadi seorang maintenance planning engineer yang dituntut untuk menguasi maintenance instruction beserta sequence maintenance, apalagi jika ada repair scheme dan interval maintenancenya, akhirnya hanya logical thinking yang benar2 terasah disini.
Belajar Engine memang menyenangkan buat saya, mungkin karena saya juga pernah melakukan overhaul engine motor ketika kuliah dulu. Namun kali ini berbeda, banyak match point, toleransi yang amat ketat dan konfigurasi yang dinamis antara engine yang satu dengan yang lain. Namun inilah belajar...:-)
Engine pertama yang saya pelajari adalah engine CFM56-3, engine CFM56-3 termasuk dalam kategori engine high by pass, dual rotor, axial flow dan digunakan pada Pesawat Boeing 737-series. CFM56-3 ini tersedia dalam beberapa thrust rating tergantung dengan konfigurasi pesawat Boeing 737, yaitu:
*Foto saya dikantor, tapi ini bukan engine CFM56-3 tapi engine Trent 700

*ini baru engine CFM56-3


  • CFM56-3B1, dengan thrust rating 20 Klbs, digunakan untuk pesawat komersil Boeing 737-300 dan 737-500
  • CFM56-3B2, dengan thrust rating 22 Klbs, digunakan untuk pesawat komersil Boeing 737-300 dan 737-400
  • CFM56-3C, dengan thrust rating 23.5 Klbs, digunakan untuk pesawat komersil Boeing 737-400
Engine CFM56-3 ini terdiri dari 3 Major Module yaitu:
  • Fan Major Module (Low Pressure System)
  • Core Major Module (High Pressure System)
  • LPT Major Module (Low Pressure System)
Engine ini memiliki 19 LLP (Life Limited Part) yang sifatnya tergantung dari jumlah total cycle dari penggunaan engine tersebut. Jadi yang membatasi beroperasinya engine tersebut salah satunya adalah dari umur LLP ini.

Ok, sampai disini dulu belajar engine-nya...akan saya lanjutkan dengan historical pembuatan engine ini...
Ditunggu ya...

Terima kasih sudah membaca...